Lewati ke konten
iKodora
Data Analytics & AI· 1 menit baca

Data Analytics & AI dalam Pengambilan Keputusan Bisnis: Peluang Besar, Tantangan Nyata di 2026

88% organisasi kini menggunakan AI dalam operasional mereka, tapi lebih dari sepertiganya masih menerapkannya secara permukaan saja — kesenjangan antara adopsi dan dampak nyata ini yang perlu dijembatani.

Data Analytics & AI dalam Pengambilan Keputusan Bisnis: Peluang Besar, Tantangan Nyata di 2026

Adopsi AI dalam analitik bisnis tumbuh sangat cepat. Riset terbaru menunjukkan hampir 90% organisasi kini menggunakan AI di setidaknya satu fungsi bisnis, dengan pasar AI dalam data analytics diperkirakan tumbuh dari sekitar USD 30,8 miliar pada 2025 menjadi hampir USD 39,7 miliar pada 2026 — pertumbuhan yang mencerminkan betapa krusialnya kemampuan mengolah data menjadi insight bagi daya saing bisnis.

Namun angka adopsi yang tinggi tidak selalu berarti dampak yang tinggi pula. Survei yang sama menemukan bahwa 37% organisasi yang 'menggunakan AI' sebenarnya baru menerapkannya secara permukaan, tanpa perubahan proses bisnis yang berarti. Bahkan, 56% CEO melaporkan belum melihat ROI terukur dari investasi AI mereka dalam 12 bulan terakhir, dan hanya sekitar 20% organisasi yang benar-benar melaporkan peningkatan pendapatan berkat AI.

Salah satu akar masalahnya adalah kualitas data. 52% bisnis menyebut kualitas dan ketersediaan data sebagai hambatan terbesar dalam adopsi AI, sementara kurangnya keahlian internal menjadi kendala utama bagi mayoritas perusahaan — mulai dari usaha kecil (70,9%), menengah (69,2%), hingga perusahaan besar sekalipun (65,1%). Dengan kata lain, tantangan terbesar bukan pada teknologi AI itu sendiri, melainkan pada fondasi data dan kesiapan organisasi untuk memanfaatkannya.

Ini menjelaskan mengapa dashboard dan visualisasi data saja tidak cukup. Business intelligence yang efektif membutuhkan kombinasi tiga hal: data yang bersih dan terpercaya, kemampuan analitik prediktif untuk membaca tren dan pola perilaku pelanggan, serta pengembangan model AI (mulai dari computer vision hingga natural language processing) yang benar-benar dirancang untuk menjawab masalah bisnis yang konkret.

Bagi perusahaan yang ingin benar-benar merasakan dampak data analytics dan AI — bukan sekadar mengikuti tren — investasi pada fondasi data yang rapi dan kemitraan dengan tim yang memahami implementasi end-to-end jauh lebih menentukan hasil akhirnya dibanding sekadar membeli tools AI paling canggih di pasaran.

Kembali ke Blog