Lewati ke konten
iKodora
Cyber Security· 2 menit baca

Checklist Hardening Server: Inilah 10 Langkah Dasar Keamanan Server untuk Bisnis

Sebagian besar serangan ke server tidak memakai teknik canggih, melainkan memanfaatkan konfigurasi bawaan yang lupa diubah. Sepuluh langkah hardening ini menutup jalur yang paling sering dipakai penyerang.

Checklist Hardening Server: Inilah 10 Langkah Dasar Keamanan Server untuk Bisnis

Server baru umumnya dibuat mudah digunakan dan dipakai, bukan agar aman. Layanan yang tidak diperlukan menyala, akun bawaan masih aktif, dan log belum diatur. Hardening adalah proses mengubah kondisi bawaan itu menjadi konfigurasi yang seminimal dan seketat mungkin.

Checklist berikut berlaku untuk sebagian besar server Linux maupun Windows yang menjalankan aplikasi bisnis. Untuk detail per sistem operasi, gunakan acuan seperti CIS Benchmark.

1. Perbarui sistem dan atur jadwal patching

Pasang pembaruan keamanan terbaru, lalu tetapkan jadwal patching rutin. Celah yang sudah diumumkan publik adalah sasaran favorit pemindaian otomatis.

2. Matikan layanan dan port yang tidak dipakai

Setiap layanan yang berjalan adalah pintu potensial. Daftar semua port yang terbuka, matikan yang tidak perlu, dan batasi sisanya dengan firewall.

3. Amankan akses SSH atau RDP

Nonaktifkan login langsung sebagai root atau Administrator, gunakan autentikasi berbasis kunci atau MFA, dan sebaiknya batasi akses hanya melalui VPN atau alamat IP tertentu.

4. Terapkan least privilege

Setiap akun dan setiap layanan hanya mendapat hak akses minimum yang dibutuhkan. Aplikasi web, misalnya, tidak boleh berjalan sebagai root.

5. Kelola password dan akun

Hapus akun bawaan atau akun mantan karyawan, wajibkan password yang kuat, dan simpan kredensial aplikasi di secret manager, bukan di file konfigurasi yang ikut masuk repository.

6. Keraskan web server dan database

Sembunyikan informasi versi, aktifkan HTTPS dengan konfigurasi TLS modern, tambahkan security header, dan pastikan database tidak bisa diakses langsung dari internet.

7. Aktifkan logging terpusat

Kirim log autentikasi, sistem, dan aplikasi ke lokasi terpusat yang tidak bisa diubah oleh penyerang yang berhasil masuk ke server. Log adalah bahan utama untuk mendeteksi dan menyelidiki insiden.

8. Siapkan backup yang teruji

Gunakan prinsip 3-2-1: tiga salinan, dua media berbeda, satu di lokasi terpisah. Yang sering terlupa adalah menguji proses restore secara berkala.

9. Pantau integritas file dan aktivitas mencurigakan

Tools pemantauan integritas dan deteksi intrusi membantu mengetahui jika ada file sistem yang berubah atau proses asing yang berjalan.

10. Uji hasil hardening

Konfigurasi yang terlihat aman di atas kertas belum tentu aman di praktik. Lakukan vulnerability scan dan, untuk sistem penting, penetration testing untuk memastikan tidak ada jalur yang terlewat.

Hardening adalah proses, bukan sekali jalan

Setiap pemasangan aplikasi baru, perubahan konfigurasi, atau pergantian tim bisa membuka celah lagi. Karena itu, hardening sebaiknya didokumentasikan sebagai standar dan dicek ulang secara berkala.

iKodora membantu perusahaan melakukan hardening server berbasis CIS Benchmark, lengkap dengan checklist dan bukti implementasi yang siap dipakai untuk audit.

Kembali ke Blog