Lewati ke konten
iKodora
Cyber Security· 2 menit baca

Cara Memilih Perusahaan Cyber Security di Indonesia: Pastikan 8 Hal ini harus ada!

Memilih mitra keamanan berarti memberi pihak luar akses ke sistem paling sensitif Anda. Pakai delapan pertanyaan ini untuk menyaring perusahaan cyber security sebelum menandatangani kontrak.

Cara Memilih Perusahaan Cyber Security di Indonesia: Pastikan 8 Hal ini harus ada!

Jumlah penyedia jasa keamanan siber di Indonesia terus bertambah, dan dari luar banyak yang terlihat mirip: daftar layanan serupa, istilah teknis serupa, janji serupa. Padahal kualitas pekerjaannya bisa sangat berbeda. Berikut delapan hal yang sebaiknya Anda cek sebelum memilih.

1. Sertifikasi dan pengalaman tim, bukan hanya perusahaan

Tanyakan siapa yang akan mengerjakan proyek Anda dan apa sertifikasinya. Untuk pengujian teknis, sertifikasi seperti OSCP, CPENT, atau eCPPT menunjukkan kemampuan praktik. Untuk tata kelola, sertifikasi seperti CISSP, CISM, atau ISO 27001 Lead Auditor lebih relevan. Pastikan orang yang bersertifikat memang terlibat, bukan hanya tercantum di proposal.

2. Metodologi yang jelas dan mengacu standar

Penyedia yang serius bisa menjelaskan metodologinya, misalnya OWASP untuk aplikasi web, PTES atau NIST SP 800-115 untuk pengujian, dan CIS Benchmark untuk hardening. Metodologi yang jelas membuat hasilnya bisa diulang dan diterima auditor.

3. Contoh laporan

Laporan adalah produk utama yang Anda terima. Mintalah contoh laporan yang sudah disamarkan. Laporan yang baik memiliki ringkasan eksekutif untuk manajemen, detail teknis dengan bukti, tingkat risiko yang terukur (misalnya CVSS), serta rekomendasi perbaikan yang spesifik, bukan saran umum.

4. Pemahaman regulasi Indonesia

Perusahaan di Indonesia punya konteks sendiri: UU PDP, ketentuan OJK untuk sektor jasa keuangan, ketentuan Bank Indonesia untuk penyelenggara sistem pembayaran, hingga persyaratan dalam tender pemerintah. Mitra yang paham konteks ini bisa menyusun laporan yang langsung relevan dengan kewajiban Anda.

5. Kerahasiaan dan aturan main tertulis

Penyedia profesional akan menandatangani NDA sebelum detail teknis dibagikan dan menyusun rules of engagement: apa yang boleh diuji, kapan, dari IP mana, dan siapa yang dihubungi jika terjadi gangguan. Jangan pernah bekerja dengan pihak yang mau menguji sistem Anda tanpa izin tertulis.

6. Ruang lingkup dan harga yang transparan

Harga sebaiknya disepakati berdasarkan ruang lingkup yang jelas: jumlah aplikasi, endpoint, server, atau IP. Hindari penawaran yang terlalu umum karena berisiko menimbulkan biaya tambahan di tengah jalan atau pengujian yang dangkal.

7. Dukungan setelah laporan diserahkan

Pekerjaan keamanan tidak selesai saat laporan diterima. Tanyakan apakah ada sesi presentasi hasil, konsultasi selama masa perbaikan, dan retest untuk memverifikasi bahwa celah sudah tertutup.

8. Komunikasi saat menemukan temuan kritis

Temuan berisiko tinggi tidak boleh menunggu laporan akhir. Pastikan ada komitmen eskalasi cepat, misalnya dalam 24 jam, beserta jalur komunikasi yang jelas.

Penutup

Memilih perusahaan cyber security adalah keputusan kepercayaan. Dengan delapan pertanyaan di atas, Anda bisa membedakan penyedia yang benar-benar menguasai pekerjaannya dari yang hanya pandai menyusun proposal.

iKodora adalah perusahaan cyber security di Jakarta dengan tim bersertifikasi dan metodologi berbasis standar internasional. Silakan minta contoh laporan dan penjelasan metodologi kami dalam sesi konsultasi gratis.

Kembali ke Blog